KUPAS TUNTAS BAGAIMANA PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA MEMBANGUN JIWA WIRAUSAHA PADA SISWA SD
Oleh
Medita Ayu Wulandari
Hai para guru hebat…. Salam ProPepa
Kita ketahui bersama bahwa indikator suatu negara dikatakan maju, berkembang, atau tertinggal salah satunya adalah dilihat dari seberapa banyak jumlah pelaku usaha di negara tersebut. Untuk dapat dikatakan sebagai negara maju, jumlah pelaku usaha aktif dalam suatu negara harus lebih besar dari 14% rasio jumlah penduduknya. Data statistik menunjukkan bahwa saat ini rasio pelaku usaha di Indonesia ada pada angka 3.47%. Secara kasat mata, data ini menunjukkan tingkat kewirausahaan di Indonesia yang masih ada pada kategori rendah dan harus ditingkatkan.
Menyadari urgensi tersebut, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia melalui penerapan Kurikulum Merdeka pada tahun 2023, mencanangkan penanaman jiwa wirausaha pada generasi muda melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Hal ini merupakan bagian dari Rencana Strategis Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Tahun 2020-2024. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini berfokus pada pembentukan karakter siswa dan kemampuan mereka untuk mengimplementasikan karakter tersebut dalam berbagai lini kehidupan yang diintegrasikan melalui macam-macam kegiatan ekstra dan intra kurikuler di sekolah.
Sahabat guru SD yang hebat…!
Guru sebagai bagian dari sekolah berperan penting dalam mendukung lahirnya para wirausahawan muda di masa yang akan datang. Guru berperan untuk membentuk kesadaran dan cita-cita tinggi siswa berkaitan dengan akan menjadi apa atau akan menghasilkan apa mereka ketika mereka tumbuh menjadi dewasa. pendidikan kewirausahaan mengajarkan para siswa untuk menguasai keterampilan yang akan dapat mereka gunakan dengan baik hingga dewasa nanti.
Secara harfiah kewirausahaan berasal dari kata ‘wira’ yang memiliki arti mandiri dan ‘usaha’ yang berarti suatu kegitan yang memerlukan tenaga dan pikiran untuk mencapai maksud tertentu. Sehingga kata kewirausahaan dapat dipahami sebagai sebuah proses mandiri dalam menjalankan suatu usaha. Sebagai bagian dari pendidikan karakter dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila, jiwa wirausaha tidak dapat ditumbuhkan secara instan melainkan harus dibiasakan sejak dini, termasuk mulai dari pada saat para generasi muda berada di usia sekolah dasar. Artikel ini akan mengupas bagaimana gambaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tema Kewirausahaan dilaksanakan di sekolah dengan harapan kegiatan ini akan dapat memberikan dampak positif berupa penanaman jiwa wirausaha pada generasi muda Indonesia dan dapat membantu meningkatkan indeks pelaku usaha aktif Indonesia di masa yang akan datang.
Sahabat guru SD yang hebat…!
Tujuan utama dari pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila tema kewirausahaan kepada para siswa utamanya adalah: Pertama, membantu para siswa agar mereka memiliki kemampuan untuk bisa mengidentifikasi potensi ekonomi apa saja yang dapat mereka temukan di lingkungan tempat tinggalnya. Kedua, para siswa juga akan dibimbing dan diberi arahan oleh guru untuk bisa melihat atau menemukan permasalahan apa yang mugkin muncul dalam proses pengembangan potensi usaha tersebut. Ketiga, para siswa akan diarahkan untuk dapat membuat kesimpulan terkait dengan ada atau tidaknya sebab akibat antara permasalahan yang mereka temukan terhadap kondisi lingkungan tempat tinggal; kegiatan atau tingkah laku sosial; dan kesejahteraan masyarakat di lingkungan tersebut. Dari tujuan tersebut terlihat bahwa projek penguatan profil pelajar Pancasila tema kewirausahaan dibentuk untuk membangkitkan keteramplan berpikir kritis dan solutif siswa terhadap permasalahan yang ada di lingkungan sekitarnya.
Sebagai gambaran sederhana, berikut adalah salah satu contoh studi kasus projek penguatan profil pelajar pancasila tema kewirausahaan di sekolah dasar yang dapat dilaksanakan oleh guru dan sekolah. Projek ini akan dilaksanakan di salah satu sekolah dasar yang ada di kecamatan Karangpucung kabupaten Cilacap. Salah satu komoditi utama masyarakat di kecamatan Karangpucung dalam sektor pangan ialah ketela pohon atau singkong. Oleh karenanya sekolah dapat memilih untuk melaksanakan projek dalam bidang pangan seperti melaksanakan kegiatan Market Day di lingkungan sekolah. Pada kasus ini contoh projek muatan lokalnya ialah “membuat produk dengan konten lokal yang memiliki daya jual”.
Pertama dimulai dari kegiatan yang paling sederhana, guru dapat membagi siswa di kelas kedalam beberapa kelompok. Kegiatna ini bertujuan untuk mempasilitasi keterlaksanaan dimensi beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia; serta dimensi bergotong royong.
Kemudian para siswa secara berkelompok diminta untuk mengidentifikasi daya beli murid-murid yang ada di lingkungan sekolahnya. Pada tahap ini para siswa diasah kemampuannya untuk memperoleh dan memproses informasi; menganalisis dan evaluasi penalaran; serta melakukan refleksi dan evaluasi. Sehingga tahapan ini memfasilitasi dimensi bernalar kritis pada siswa.
Setelah itu, masing-masing kelompok menentukan satu atau dua produk berbahan dasar singkong yang akan mereka kreasikan untuk dijual dalam kegiatan market day. Tahapan ini ditujukkan untuk melatih dimensi mandiri karena pada tahap ini siswa diasah kesadaran akan situasi dirinya; berkebinekaan global karena siswa dilatih untuk mengenal dan menghargai budaya lokal berupa hasil pangan dalam bentuk ketela pohon atau singkong; dan mengasah kreatifuitas meraka karena siswa diminta untuk memberikan gagasan atau hasil karya orisinal dan harus menunjukkan keluwesan dalam berpikir.
Setelah hasil olahan siap, para siswa yang berperan sebagai pelaku usaha kemudian menjajakan. Para siswa dari kelas lain kemudian berpartisipasi dan berperan aktif sebagai konsumen. Demikian juga halnya dengan para guru dan stakeholder lainnya bisa ikut andil berpartisipasi sebagai konsumen para pelaku usaha. Kegiatan ini juga akan melatik kemampuan berkomunikasi dan rasa percaya diri siswa.
Sahabat guru SD yang hebat…!
Pada akhirnya dapat kita pahami bersama bahwa projek kewirausahaan yang dilaksanakan memberikan beberapa manfaat bagi para siswa, seperti 1) para siswa dapar menyusun strategi guna meningkatkan potensi ekonomi local sebagai upaya pembangunan berkelanjutan, 2) para siswa akan memiliki pengalaman terlibat langsung dalam kegiatan rumah tangga dalam rangka berkreasi untuk menghasilkan suatu hal yang memiliki nilai jual, dan 3) para siswa akan mampu melakukan analisis dan refleksi terhadap hasil projek yang mereka lakukan. Hal inilah yang yang akan menumbuhkan budaya atau jiwa kewirausahaan dalam diri siswa dan akan mampu untuk menyiapkan untuk memiliki wawasan terkait dengan peluang usaha di masa depan.
DAFTAR PUSTAKA
Ombili, H., Doloan, M. D., Rauf, S., Rahmat. A., & Husain, R. (2022). Projek Program Sekolah untuk Mewujutkan Profil Pelajar Pancasila melalui Literasi Kewirausahaan di SDN 29 Kota Selatan. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 1(3), 75-79. https://doi.org/10.56127/jushpen.v1i3.377
Prabaningrum, R., Sutrisno, J., & Khairiyakh. (2022). Analisis Usaha Industri Sale Pisang Skala Rumah Tangga di Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap. Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis, 27(2), 2549-2555. https://doi.10.20961/jkb.v27i2.56029
Rondli, W. S. (2022). Menumbuhkan Nilai Kewirausahaan dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Pembelajaran Project Market Day. Jurnal Prakarsa Paedagogia, 5(1), 111–117. https://doi.10.24176/jpp.v5i1.8227
Salikha. (2022). Implementasi Projek Penguatan Profil pelajar Pancasila sebagai Upaya Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan. Jurnal Pendiidkan Ekonomi, 15(2), 86-93. https://dx.doi.org/10.17977/UM014v15i22022p86
Yuliastuti, S., Ansori, I., & Fathurrahman, M. (2022). Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Tema Kewirausahaan Kelas 4 SD Labschool UNNES Kota Semarang. Lembaran Ilmu Kependidikan Jurnal of Educational Research, 51(2), 76-87. https://doi.org/10.15294/lik.v51i2.40807