MARI MEMAHAMI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) TEMA GAYA HIDUP BERKELANJUTAN “ASIK TANPA PLASTIK

MARI MEMAHAMI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) TEMA GAYA HIDUP BERKELANJUTAN “ASIK TANPA PLASTIK

Gaya hidup  berkelanjutan  adalah  gaya  hidup  yang  mengedepankan  penggunaan energi terkini( Maulida, 2023). Gaya hidup ini berupaya untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus mengubah  serta  mengurangi  penggunaan  sumber  energi  bagi  generasi  berikutnya. Tema gaya hidup berkelanjutan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap dampak dari aktivitas manusia, baik jangka pendek maupun jangka panjang, terhadap keberlangsungan kehidupan di dunia maupun lingkungan sekitarnya.

Gaya hidup berkelanjutan pada dasarnya adalah cara hidup dengan kesadaran dan pandangan jangka panjang, mengingat hampir semua tindakan yang kita lakukan memiliki dampak pada lingkungan dan orang lain. Mengadopsi gaya hidup berkelanjutan termasuk dalam hal-hal berikut.

  1. Menyadari  bahwa  sumber  daya  alam  terbatas,  sehingga  harus  bijaksana  dalam menggunakannya.
  2. Lebih berhati-hati saat membeli barang atau jasa dengan mempertimbangkan siklus hidupnya dan dampak lingkungan.
  3. Memposisikan diri sebagai bagian dari lingkungan, bukan entitas terpisah, dan tidak mengeksploitasi sumber daya alam semena-mena

Dengan  menjalankan gaya hidup berkelanjutan, manusia dapat memiliki kesadaran dan berpikir dalam jangka panjang. Manusia sadar akan lingkungan dan orang lain karena mau bagaimanapun segala tindakan kita pasti berdampak pada lingkungan sekitar. Selain itu, gaya hidup berkelanjutan juga dapat meningkatkan kualitas hidup siswa dan siswi, karena menerapkan kebiasaan-kebiasaan sehat dan berkelanjutan seperti mengonsumsi makanan organik, melakukan penghijauan, dan sebagainya.

Gaya   hidup   berkelanjutan   penting   diajarkan   kepada   anak-anak   sejak   dini. Sebab segala  aktivitas  yang  dilakukan  saat  ini  akan berdampak terhadap lingkungan dan orang lain  di  masa depan(Brundtland, 2016). Sehingga mereka dapat ikut serta menekan perubahan iklim. Gaya hidup berkelanjutan itu sendiri terjadi karena adanya kesadaran untuk mengurangi penggunaan sumber daya alam baik secara individual maupun secara sosial.

Gaya hidup  berkelanjutan  dapat  dilakukan melalui dengan mengonsumsi makanan yang tidak menghasilkan banyak sampah. Contoh bentuk gaya hidup berkelanjutannya seperti membawa bekal makanan dari rumah yang dimasak sendiri dan menggunakan tempat bekal reusable. Dengan membawa bekal dari rumah, Selain makanan yang di bawa lebih sehat, siswa akan mengurangi untuk jajan di sekolah.

Nah ibu bapak hebat, kita Simak yuk contoh  penerapan  Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada pembelajaran di sekolah dasar. Penerapan P5 ini harus dimulai masalah yang terjadi di sekitar sekolah. Sebagai contoh SD yang ada di kabupaten Bandung mengemukakan masalahnya sebagai berikut :

Kawasan  kecamatan  Pameungpeuk  merupakan  daerah  bantaran sungai Cisangkuy. Sungai Cisangkuy ini sering dijadikan tempat pembuangan sampah rumah tangga maupun limbah pabrik. Kesadaran masyarakat terhadap bahanya membuang sampah ke sungai sangat minim. Selain itu kesadaran masyarakat akan bahayanya sampah plastic yang susah diurai juga minim. Masyarakat cenderung konsumtif dalam menghasilkan sampah plastic. Hal ini juga terjadi pada siswa SD di wilayah Pameungpeuk. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan  dan   pemahaman   siswa   akan   bahayanya   sampah   plastic,  belum  adanya sosialiasasi bahayanya sampah plastic.

Perlu diketahui bahwa sampah plastik sangat sulit untuk hancur. Dibutuhkan puluhan bahkan  ratusan  tahun  agar  terurai.  Oleh  karena  itu,  diperlukan  solusi  alternatif  agar keberadaan sampah plastik dapat ditangani dengan baik. Alternatif penanganannya antara lain dengan 6 R, sebagai berikut:

  1. Reuse (Memanfaatkan ulang) Menggunakan kembali barang bekas tanpa pengolahan dahulu untuk tujuan yang sama atau berbeda dari tujuan bahan awal. Contohnya: memakai sampah plastik sebagai bahan baku kerajinan, ban bekas dikemas menjadi tempat duduk, dan sebagainya.
  2. Recycle (Mengolah kembali) Memanfaatkan barang bekas dengan mengolah materinya untuk digunakan lebih lanjut. Contoh: sampah organik diolah menjadi kompos.
  3. Reduce (Mengurangi) Merupakan semua bentuk kegiatan atau perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah. Contoh: pergi belanja membawa keranjang/tas belanja dari rumah.
  4. Replace (Mengganti)Menggantikan dengan bahan yang bias dipakai ulang sebagai upaya mengubah kebiasaan yang dapat mempercepat produksi sampah. Contoh: membungkus kue menggunakan daun pisang.
  5. Refill (Mengisi kembali) Mengisi  kembali  wadah-wadah  produk  kemasan  yang  habis  dipakai.  Contoh: memanfaatkan botol parfum untuk diisi kembali dengan parfum isi ulang.
  6. Repair (Memperbaiki) Melakukan pemeliharaan atau perawatan agar tidak menambah produksi sampah. Contoh: sandal yang talinya putus, diperbaiki kembali dengan tali yang baru, tanpa perlu beli sandal baru selama masih layak.

Salah satu dari alternatif penanganan sampah plastic yang ada di lingkungan sekolah  adalah  dengan mengurangu (reduce) sampah plastic tersebut dengan kegiatan GEMABU (Gemar Masakan Ibu) adalah kegiatan siswa harus membawa bekal Makanan/minuman  ke Sekolah,  selain dapat mengurangi penggunaan sampah pembungkus makanan.  Makanan  yang  dibawa  ke sekolah harus dimasukan ke dalam wadah seperti rantang. Waktu untuk makan, yaitu pada saat jam istirahat atau jam lain yang tidak mengganggu kegiatan pembelajaran. Tempat kegiatan makan bisa dilakukan di ruang  kelas  atau  tempat lain  dengan  pendampingan  dari  guru.  Pelaksanaan  kegiatan makan harus memperhatikan aspek kebersihan dan higienis seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dan membuang sampah pada tempatnya

Kegiatan GEMABU ini diharapkan dapat memberikan energi positif kepada siswa melalui masakan yang disajikan oleh ibunya. Makanan yang dimasak oleh ibu dengan penuh rasa cinta dan perhatian diyakini dapat membawa semangat kepada siswa dalam pembelajaran. Selain itu seorang ibu dapat memastikan anaknya memakan makanan yang bergizi dan tidak jajan sembarangan. Dengan terjaganya asupan makanan siswa, ini akan menberikan dampak positif kepada Kesehatan siswa tersebut. Selain itu juga membangun 

kedekatan  antara  ibu  dan  anak, dimana anak merasa diperhatikan dengan bekal yang disiapkan oleh ibunya sendiri.

Dampak utama yang diharapkan dari kegiatan GEMABU adalah penurunan produksi sampah plastic karena siswa tidak jajan sembarangan di luar sekolah atau kantin sekolah yang pasti menggunakan plastic sebagai pembungkus makanannya. Bekal dari ibu yang disajikan dalam wadah atau tempat makan yang steril dan tidak menggunakan plastic yang akan menambah produksi sampah plastic setiap harinya. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap ecoliteracy siswa Sekolah Dasar.

Kegiatan GEMABU ini diawali dengan mengajak anak untuk membawa minum dari rumah. Diharapkan siswa SD tersebut membawa tempat minum masing-masing yang berisi air minum untuk kebutuhan minum selama di sekolah. Kegiatan tersebut dilakukan di minggu pertama. Di minggu ke dua siswa tetap dihimbau untuk membawa tempat minum, tapis elain itu siswa dihimbau untuk membawa bekal dari rumah pada hari kamis. Di  minggu  berikutnya  siswa  diarahkan  untuk  membawa  bekal  seminggu  dua  kali. Kegiatan dari minggu keminggu siswa diarahkan untuk membawa bekal secara bertahap. Sesekali siswa dihimbau untuk membawa bekal dengan tema yang ditentukan oleh guru. Sampai akhirnya diharakan siswa terbiasa bawa bekal makanan yang dibuat oleh ibunya sendiri.

Setelah siswa terbiasa dengan kegiatan GEMABU, siswa diajak untuk membuat karya untuk mengkampanyekan pengurangan sampah plastic, bahayanya sampah plastic dengan  membuat  poster atau konten di sosial media dengan hastag #asiktanpaplastik. Salah satu poster yang dibuat oleh siswa sebagai berikut:

Contoh poster tentang tips membawa bekal dari rumah

Dari rangkaian kegiatan di atas diharapkan siswa bisa terbiasa dengan mengurangi sampah plastic agar lingkungan bersih dan terhidar dari bencana alam yang disebabkan oleh sampah. Dengan menerapkan gaya hidup berkelanjutan membantu kita menjadi kontributor positif terhadap lingkungan. Dengan mengadopsi kebiasaan seperti daur ulang, mengurangi limbah, dan menggunakan energi terbarukan, kita dapat mengurangi jejak karbon kita.

oleh. Sylvia Rabbani, M.Pd


Referensi

Maulida, utami.   (2023).   GAYA   HIDUP   BERKELANJUTAN   MELALUI   PROJEK PENGUATAN  PROFIL  PELAJAR  PANCASILA.  Dirasah  :  Jurnal  Pemikiran Dan Pendidikan              Dasar              Islam,             6(1),             14-21.

https://doi.org/10.51476/dirasah.v6i1.453

Brundtland,  G.  H.,  (2018).  Our  Common  Future  –  Report  of  The  Commission  on

Environment and Development, Oxford University Press, Oxford, UK



Jl. Terusan Jendral Sudirman, Cimahi 40526, Provinsi Jawa Barat, 40521

Lokasi