MARI MENGENAL LEBIH DEKAT TOPIK BEREKAYASA DAN BERTEKNOLOGI DALAM PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) FASE A SEKOLAH DASAR
Pada abad 21 yang didominasi oleh kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi ini, pendidikan Pancasila memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan karakter serta moral generasi muda termasuk siswa sekolah dasar. Projek penguatab profil pelajar Pancasila dalam ruang lingkup rekayasa dan teknologi di sekolah dasar adalah Upaya yang sangat penting untuk pembentukan generasi muda yang memiliki pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai Pancasila serta keterampilan dalam bidang rekayasa dan teknologi yang mendasar. Berikut akan dipaparkan mengenai gambaran umum implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dengan tema rekayasa dan teknologi tersebut khususnya di dalam ruang lingkup fase A sekolah dasar. Fokus tema rekayasa dan teknologi dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila Fase A sekolah dasar adalah ditujukan untuk pembentukan kesadaran peserta didik mengenai permasalahan di Indonesia yang dapat dijawab dengan menggunakan teknologi. Teknologi yang dipilih sebaiknya berlandaskan pada urgensi masa depan Indonesia meliputi bidang energi, infrastruktur atau transportasi. Adapun profil pelajar Pancasila yang dikembangkan yaitu Akhlak Bernegara dengan subelemen mengenali hak dan tanggung jawab di rumah, sekolah dan lingkungan sekitar. Dalam implementasinya projek penguatan profil pelajar Pancasila Fase A atau awal sekolah dasar dengan tema rekayasa dan teknologi ini dapat dikembangkan menggunakan alur aktivitas projek yang terdiri dari pengenalan, kontekstualisasi, aksi, refleksi dan tindak lanjut. Pada tahap pertama yaitu pengenalan, peserta didik bisa dikenalkan dengan istilah dan contoh penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun sekolah. Contoh nyatanya yaitu peserta didik bisa dikenalkan pada alat, kendaraan, bangunan atau desain. Proses penganalan dapat ditambahkan dengan menayangkan video, memberikan pertanyaan pemantik atau melakukan story telling untuk menambah kosa kata baru. Selain itu guru juga bisa merencanakan permainan tebak-tebakan, adu cepat menjawab, atau memasangkan gambar, suara, atau klik video dengan objeknya. Selain itu alangkah lebih baik jika dilengkapi aktivitas pengenalan dengan kunjungan ke lokasi umum yang berkaitan dengan topik, dimana lokasi tersebut tidak sulit dijangkau dari sekolah. Pada tahap kontekstualisasi, peserta didik dapat mulai diperkenalkan pada permasalahan di daerah sekitae sekolah atau tempat tinggalnya. Dalam hal ini guru perlu menyiapkan materi seperti foto atau video yang sesuai. Guru juga bisa mengatur aktivitas diskusi kelompok dengan topik yang sudah ditentukan. Setelah itu peserta didik bisa mengarang cerita imajinasi sederhana dengan tokoh favoritnya baik dari fabel atupun kartun kesukaannya. Berikan beberapa pilihan tempat dan masalah yang dihadapi tokoh tersebut untuk memandu peserta didik. Cerita yang dibuat bisa berupa karangan lisan, tertulis, atau komik singkat. Tahap aksi bisa dimulai dengan memperkelankan pada peserta didik solusi permasalahn yang telah dikaji pada tahap sebelumnya. Solusi tersebut harus berupa teknologi yang bisa diaplikasikan dalam bentuk alat, kendaraan bangunan, atau desain. Dalam ilustrasinya hal ini hamper mirip dengan solusi dalam serial kartun anak “Pororo” dimana Eddie si rubah pintar berusaha memberikan solusi dengan suatu teknologi buatannya. Hal tersebut dapat ditunjang dengan penayangan video atau menjelaskan langsung bentuk dan kegunaan teknologi dari solusi tersebut agar peserta didik semakin paham. Setelah itu, peserta didik bisa mengisi tabel dengan isian permasalahan, solusi dan alat yang dibutuhkan. Untuk hasil karya projek, guru dapat memberikan beberapa alternatif pilihan untuk desain mainan yang berkaitan dengan solusi tadi. Hal yang perlu diperhatikan bahwa mainan tersebut diusahakan menggunakan prinsip fisika serta tidak hanya berfokus pada nilai esetetika saja. Selain itu, manfaatkan sebanyak mungkin bahan yang murah, mudah dan terjangkau seperti kardus, kertas, gulungan tisu, sedotan, botol air mineral dan lainnya. Proses aksi merupakan proses yang beriringan dengan tahap refleksi dimana guru mendampingi keterkaitan antara permasalahan, solusi dan alat yang dibutuhkan tersebut. Pada tahap akhir projek setelah refleksi, dapat dilakukan pameran rekayasa dan teknologi sederhana karya projek peserta didik sebagai perayaan pembelajaran. Dengan demikian, proses refleksi dan tindak lanjut dapat terus berjalan secara berkesinambungan berdasarkan apresiasi serta masukkan dalam pameran tersebut. Berdasarkan beberapa alur aktivitas projek yang telah diungkapkan tersebut, maka terdapat beberapa contoh konteks yang dapat diimplementasikan diantaranya yaitu dalam bidang energi, bidang transportasi, bidang manufaktur, infrastruktur, komunikasi dan lainnya. Konteks implementasi bidang energi perlu memperkenalkan istilah seperti energi cahaya, energi listrik, bahan bakar, minyak bumi, serta beberapa istilah energy dalam kehidupan sehari-hari. Untuk kunjungan bisa dilakukan ke pom bensin, charging station di kantor pln, gardu listrik, bendungan, distributor tabung gas. Adapun contoh masalah di lingkungan sekitar bisa berupa masalah polusi asap kendaraan, pemadaman listrik dan biaya listrik atau minyak bumi yang semakin mahal. Untuk topik diskusi bisa berupa dampak polusi udara, cara menghemat listrik di rumah, perbedaan transportasi public dan pribadi, Adapun solusi teknologi yang bisa diperkenalkan berupa energy alternatif meliputi kincir angina, panel surya, atau mobil serta motor listrik. Dengan demikian dalam konteks bidang energi peserta didik diharapkan mampu membuat desain dan karya projek seperti berikut. Gambar Projek Rekayasa dan Teknologi Bidang Energi (source: pinterest) Dalam konteks bidang transportasi, tema rekayasa dan teknologi dapat dimulai dengan memperkenalkan jenis-jenis alat transortasi dari masa ke masa serta mengenalkan perbedaan antara kendaraan pribadi dan umum. Adapun tempat yang dapat dikunjungi yaitu terminal bus, stasiun kereta api, atau bandara serta pelabuhan. Sedangkan untuk contoh topik masalah yang ada disekitar bisa meliputi kemacetan, polusi udara akibat kendaraan di kota besar, serta terbatasnya sarana transportasi di daerah terpencil. Untuk solusi teknologi yang digagas dapat berupa transportasi modern seperti kereta listrik, penyewaan sepeda, hyperloop, MRT, ojek online dan lainnya. Melalui konteks transportasi ini diharapkan peserta didik dapat membuat desain dan karya proyek seperti berikut. Gambar Projek Rekayasa dan Teknologi Bidang Transportasi (source: pinterest) Konteks rekayasa dan teknologi dalam bidang manufaktur dapat diimplementasikan melalui pengenalan terhadap fungsi manufaktur, jenis barang yang dihasilkan manufaktur, atau jenis peralatan yang membantu pekerjaan di manufaktur. Kunjungan dapat dilakukan ke manufaktur terdekat atau tempat produksi barang yang menggunakan peralatan mesin. Adapun contoh topik masalah yang ada di sekitar dapat berupa pencemaran air dan udara di sekitar manufaktur atau barang produksi yang cepat rusak. Oleh karena itu, solusi yang dapat dikenalkan dapat berupa robot, drone, peinter 3 dimensi dan lainnya, sehingga diharapkan peserta didik dapat membuat desain atau karya seperti gambar si bawah ini. Gambar Projek Rekayasa dan Teknologi Bidang Manufaktur (source: pinterest) Berekayasa dan berteknologi melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila di sekolah dasar merupakan titik awal pembentukan generasi tangguh dalam menghadapi berbagai perubahan zaman yang begitu cepat. Dengan mengedepankan kesadaran terhadap berbagai masalah yang terjadi di lingkungan sekitar, peserta didik dilatih untuk peka terhadap masalah dan berpikir kreatif dalam mencari solusinya melalui desain teknologi. Proses imajinasi sebagai modal utama dari peserta didik fase A sekolah dasar perlu difasilitasi dan diarahkan, sehingga imajinasi tersebut dapat dikonversi menjadi suatu desain atau karya yang dapat diungkapkan dan dibagi pada sekitarnya. Arah yang dimaksud tersebut merupakan suatu sudut pandang yang sama mengenai rekayasa dan teknologi yang meliputi bidang energi, transportasi, manufaktur, infrastruktur serta komunikasi yang mampu dipelajari dalam alur pengenalan, kontekstualisasi, aksi, refleksi dan evaluasi. DAFTAR PUSTAKA Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Kemendikbud. (2021). Pusat Asesmen dan Pembelajaran. (2021). Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Jenjang Pendidikan Dasar dan Memengah (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.Oleh: Trisna Nugraha
Salam ProPePa (Profil Pelajar Pancasila)!...