MEMBANGUN GENERASI EMAS MELALUI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) TEMA REKAYASA DAN TEKNOLOGI

MEMBANGUN GENERASI EMAS MELALUI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) TEMA REKAYASA DAN TEKNOLOGI

Salam ProPePa (Profil Pelajar Pancasila)!...

Masih ingatkah bapak/ibu tentang apa itu profil pelajar Pancasila?

Profil pelajar Pancasila merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila. Berdasarkan pengertian tersebut, terdapat tiga kata kunci yang dapat dipahami dalam memudahkan pemahaman terhadap makna profil pelajar Pancasila diantaranya yaitu pelajar sepanjang hayat (long life learners), kompeten, dan nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, profil pelajar Pancasila ini menegaskan adanya paduan antara penguatan identitas khas bangsa Indonesia yaitu Pancasila, sebagai rujukan karakter pelajar Indonesia dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia Indonesia dalam konteks perkembangan abad 21. 

Pada abad 21 yang didominasi oleh kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi ini, pendidikan Pancasila memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan karakter serta moral generasi muda termasuk siswa sekolah dasar. Oleh sebab itu, proses pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran rekayasa dan teknologi pada siswa sekolah dasar menjadi suatu tantangan yang penting. 

Dalam pemaparan kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) ini, kita akan menjelajahi bagaimana sebuah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema rekayasa dan teknologi dapat memberikan dampak positif dalam membentuk jiwa dan raga siswa sekolah dasar terutama peranannya dalam mengupgrade karakter siswa sekolah dasar dalam sudut pandang enam dimensi profil pelajar Pancasila yaitu Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bergotong-royong, berkebhinekaan global, bernalar kritis dan kreatif. Keenam dimensi tersebut perlu dipandang secara utuh sebagai satu kesatuan agar setiap siswa sekolah dasar dapat menjadi pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila yang salah satunya melalui tema rekayasa dan teknologi. 

Projek penguatan profil pelajar Pancasila sebagai suatu kegiatan Pendidikan karakter menjadikan Pendidikan Pancasila sebagai sesuatu aktivitas yang tidak hanya dimaknai sebagai suatu hafalan mengenai nilai-nilai dasar, tetapi juga meliputi penerapan atau implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia yang semakin terkoneksi dan kompleks atau biasa disebut dengan era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 ini, siswa sekolah dasar perlu dibekali pengetahuan tentang cara menggunakan teknologi dengan bijak dan etis, sejalan dengan prinsip-prinsip Pancasila seperti gotong-royong, bernalar kritis, dan kreatif. Oleh sebab itu, urgensi Pendidikan Pancasila dalam konteks teknologi ini perlu diimplementasikan sejak dini. Hal tersebut selaras dengan salah satu tema projek penguatan profil pelajar Pancasila di SD yakni Rekayasa dan Teknologi yang menekankan pada berkolaborasi dalam metatih daya pikir kritis, kreatif, inovatif, sekaligus kemampuan berempati untuk berekayasa membangun produk berteknologi yang memudahkan kegiatan dirinya dan juga sekitarnya. 

Pembelajaran rekayasa dan teknologi yang mengintegrasikan nilai Pancasila di sekolah dasar ini dapat diwujudkan dalam beberapa hal sebagai berikut.

  1. Pembelajaran etika digital dan tanggung jawab online. Dalam pembelajaran penggunaan teknologi digital, siswa perlu memahami etika dalam menggunakan internet serta tanggung jawab dalam menghadapi dunia maya yang beragam. Nilai-nilai Pancasila seperti berpikir kiritis dan gotong royong dapat diaplikasikan dalam mempromosikan perilaku positif dan menghindari perilaku yang merugikan.
  2. Keberagaman dalam desain dan teknologi. Melalui projek pembuatan desain dan teknologi yang difasilitasi oleh berbagai platform, siswa dapat belajar tentang pentingnya menghormati dan menghargai keberagaman. Mereka dapat merancang solusi-solusi inklusif dan mempertimbangkan setiap kebutuhan manusia, sesuai dengan semangat persatuan dalam Pancasila.
  3. Pembelajaran aktif melalui projek rekayasa. Dalam hal ini dapat dilakukan projek kreatif bebasis masalah dengan memberikan siswa tugas projek yang menantang dan relevan dengan kehidupan sehari-hari contohnya yaitu memberikan kesempatan kepada siswa untuk merancang solusi sederhana mengenai masalah lingkungan di sekolah atau masyarakat mereka. Selain itu, kegiatan tersebut didukung dengan aspek kolaborasi dan gotong royong dimana melalui projek kelompok, siswa dapat belajar bekerja sama, berbagi ide, dan memecahkan masalah bersama-sama.
  4. Pengembangan jiwa demokratis melalui teknologi. Simulasi kehidupan berdemokrasi dengan teknologi dapat diupayakan melalui penggunaan permainan atau aplikasi edukatif dimana siswa dapat mengalami proses demokrasi seperti pemilihan pemimpin atau pengambilan keputusan bersama. Hal ini akan mengajarkan siswa menghormati pendapat orang lain dan memahami pentingnya partisipasi dalam pembuatan keputusan, Selain itu, dalam konteks pengembangan jiwa demokratis ini juga dapat ditekankan kemajuan teknologi dalam pelayanan publik. Hal ini tentunya membelajarkan siswa bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan publik dan memajukan kesejahteraan masayarakat. Melalui pengetahuan ini, merekan akan lebih menghargai konsep keadilan dan kemanusiaan dalam Pancasila.

Berdasarkan beberapa poin yang telah dipaparkan tersebut, pada implementasinya kegiatan projek tema rekayasa dan teknologi ini harus memperhatikan potensi sekolah serta daya dukung tekologi yang dimiliki. Contoh-contoh yang dapat dilakukan diantaranya yaitu pembutan konten video positif kreatif yang dipublish di berbagai platform media sosial seperti Instagram, YouTube, TikTok dan lain sebagainya. Adapun contoh judul kegiatan yang dapat diambil yaitu “Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S)”. Projek tersebut bisa dilakukan dalam berbagai alur (sequence) projek, misalnya menggunakan alur temukan, bayangkan, lakukan dan bagikan. Hal tersebut diawali dengan pengenalan media sosial dan etika bermedia sosial, lalu membayangkan berbagai konten negatif yang dapat memunculkan hoax, dilanjutkan dengan aksi nyata pembuatan konten positif kreatif serta diakhiri dengan membagikan karya kelompoknya dalam media sosial serta evaluasi dan refleksi.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dengan tema rekayasa dan teknologi di sekolah dasar ini tentunya membutuhkan keterlibatan orang tua dan komunitas dalam implementasinya.  Oleh sebab itu, sekolah dapat mengajak orang tua dan komunitas dalam penguatan profil pelajar Pancasila melalui rekayasa dan teknologi, sehingga memiliki nilai tambah yang signifikan. Keterlibatan orang tua dan komunitas ini dapat memberikan dukungan, berbagi pengalaman dan membantu siswa menghubingkan nilai-nilai yang dipelajari dengan konteks nyata.

 Projek penguatan profil pelajar Pancasila yang berfokus pada tema rekayasa dan teknologi ini merupakan salah satu upaya dalam pembentukan karakter generasi muda yang tangguh dan memiliki urgensi yang sangat penting dalam era sekarang ini. Integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran teknologi, pembelajaran aktif melalui proyek rekayasa, pengembangan jiwa demokratis serta keterlibatan orang tua dan komunitas akan membantu siswa kelas 4-5 SD untuk mengembangkan jiwa yang beretika dan raga yang terampil dalam penggunaan teknologi. Dengan demikian, generasi ini akan menjadi tulang punggung bangsa yang mampu menghadapi tuntutan serta tantangan masa depan dengan sikap optimis, positif, demokratis dan berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila.



Referensi
Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Kemendikbud. (2021).
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. (2021). Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Jenjang Pendidikan Dasar dan Memengah (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Jl. Terusan Jendral Sudirman, Cimahi 40526, Provinsi Jawa Barat, 40521

Lokasi