MENGENAL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) TEMA GAYA HIDUP BERKELANJUTAN, SIAPA TAKUT.
Profil pelajar Pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar, yakni peserta didik dengan profil (kompetensi) seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia. Dilansir dalam (panduanmengajar.com) Adam Arifin (2021) menguraikan regulasi kemendikbudristek, pelaksanaan (P5) Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila terdapat enam tema yang dapat digunakan guru untuk diberikan kepada peserta didik tingkat Sekolah Dasar, di antaranya adalah:
- Kearifan lokal
- Bhineka tunggal ika
- Bangunlah jiwa dan raganya
- Gaya hidup berkelanjutan
- Berekayasa dan bertekonologi
- Kewirausahaan
Salah satu tema dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila(P5) yang kali ini kita akan Bahas adalah tema gaya hidup berkelanjutan. Apa sih gaya hidup berkelanjutan itu? Udah pada tahu gak? Yuk kita Simak! Gaya hidup berkelanjutan merupakan gaya hidup yang mengedepankan penggunaan energi yang terkini. Gaya hidup berkelanjutan berupaya untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus mengubah dan mengurangi sumber energi bagi generasi berikutnya. Nah dalam tema ini kita akan lebih banyak membahas mengenai apa saja yang bisa kita lakukan dalam mempersiapkan masa depan agar sumber energi yang kita punya bisa dinikmati oleh orang-orang di masa depan. Gaya hidup berkelanjutan akan mendorong siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan energi, lebih memilih energi yang terbarukan untuk meminimalisasi energi tak terbarukan dan melindungi masa depan. Dengan melakukan gaya hidup berkelanjutan, siswa bisa melindungi masa depannya.
Dalam tema P5 disebutkan bahwa gaya hidup berkelanjutan bertujuan agar siswa dapat memahami dampak aktivitas manusia, baik jangka pendek maupun panjang. Melalui pembelajaran ini, mereka dapat mengamati dampaknya terhadap kelangsungan hidup di dunia dan lingkungan sekitarPada komponen gaya hidup berkelanjutan merupakan salah satu muatan dalam dimensi penting profil pelajar Pancasila yaitu akhlak kepada alam dan dimensi gotongroyong. Tema gaya hidup berkelanjutan bertujuan untuk peserta didik agar dapat paham dampak dari yang dilakukan manusia, baik secara jangka panjang ataupun jangka pendek pada kelangsungan hidup di dunia. Peserta didik akan membangun kesadaran diri agar bersikap dan berperilaku peduli lingkungan, memahami daya krisis keberlanjutan yang akan terjadi di lingkungannya sehingga peserta didik siap menghadapi dan mengupayakan mengurangi resikonya.
Dalam menerapkan gaya hidup berkelanjutan ada beberapa kegiatan yang teman-teman dapat terapkan dalam kehidupan sehari-hari secara terus menerus sehingga menjadi kebiasaan baik, antara lain:
- Mengurangi Penggunaan Plastik
- Mengurangi Penggunaan Kendaraan Pribadi.
- Menggunakan Produk Ramah Lingkungan.
- Menghemat Energi
- Menjaga Kebersihan Lingkungan.
- Menggunakan Produk Daur Ulang.
Pada pelaksanannya di sekolah kita bisa menerapkan kegiatan-kegiatan tersebut dalam pembiasaan agar siswa bisa lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan untuk masa depan. Ada contoh kegiatan yang bisa kita terapkan pada Fase A dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yaitu menanam sayuran secara organic. Hal ini juga didukung oleh studi (Chen & Liang, 2016) menemukan bahwa consumer lifestyle orientation yang sehat berdampak positif dan signifikan terhadap attitude pada konsumen terhadap produk organic. Di masa depan ada manusia akan memilih sayuran organic untuk dikonsumsi. Salah satu contoh sayuran yang akan kita tanam adalah oge sehingga kegiatan untuk Penerapan P5 dalam tema gaya hidup berkelanjutan ini adalah “Menanam Toge”. Kegiatan ini bisa melatih siswa kelas rendah dalam membuat projek sederhana tapi bermakna. Sebelum kita membahas lebih lanjut kegiatan dari menanam toge itu seperti apa, yuk kita Simak mengenai tanaman toge.
Toge atau kecambah adalah sayuran yang berasal dari biji kacang hijau atau kacang kedelai. Kecambah atau taoge adalah tumbuhan muda yang baru saja berkembang dari tahap embrionik di dalam biji. Tahap perkembangannya disebut perkecambahan dan merupakan satu tahap kritis dalam kehidupan tumbuhan. Taoge biasanya dibagi menjadi tiga bagian utama: radikula, hipokotil, dan kotiledon.Dalam proses perkecambahan, akan dimulai setelah menyerap air dari lingkungan sekitar. Umumnya, air yang masuk ke dalam biji akan memicu hormon dan enzim untuk bekerja, sehingga embrio dalam biji mulai tumbuh. Proses perkecambahan benih tidak tergantung kepada ketersediaan nutrisi dalam tanah karena adanya endosperma. Proses Menanam Toge
- Menyiapkan biji yang sudah direndam.
- Menyiapkan media tanam.
- Tumpukkan keranjang surat atau wadah berlubang.
- Letakkan kain strimin di atas keranjang surat.
- Menumpukkan kain flanel basah di atas kain strimin.
- Menebarkan kacang hijau ataupun kacang kedelai di atas kain flanel tersebut secara merata
Saat melakukan ini, kamu harus menghindarkan benih dari cahaya. Lakukan ini selama sekitar enam hari, sampai kecambah mencapai ukuran penuhnya. Kebanyakan kecambah akan siap dipanen dalam dua hingga enam hari.Nah dalam pelaksanaan kita tidak tiba-tiba menanam toge namun ada beberapa kegiatan yang harus dipersiapakan untuk Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk tema gaya hidup berkelanjutan. Mari kita Simak Bersama-sama…
Kegiatan pertama ibu bapak bisa mengawali denganmengenal jenis tanaman. Ibu bapak bisa memberikan gambar-gambar atau video atau mengajak siswanya keluar kelas untuk mengenal jenis-jenis tanaman yang ada di lingkungan sekitar sekolah. Setelah itu, pada kegiatan kedua ibu dan bapak bisa mengenalkan jenis-jenis dari sayuran. Pada tahap ini ibu dan bapak bisa mengajak siswa untuk membawa sayuran yang ada di rumah. Pada kegiatan ketiga, ibu bapak dapat mulai mengenalkan tanaman toge itu seperti apa dari mulai manfaat, olahan makanan yang terbuat dari toge dan lain-lain. Selanjutnya siswa diajak untuk memahami bagian-bagian dari toge. Untuk siswa kelas rendah ini bisa diajak untuk mewarnai gambar toge. Setelah siswa sudah mengenal tanaman toge, kegiatab selanjutnya siswa bisa diajak untuk memahami Langkah-langkah pembuatan toge secara bertahap. Siswa juga diarahkan untuk membawa alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan toge. Dalam tahapan ini siswa benar harus memperhatikan Langkah demi Langkah agar mendapatkan hasil toge yang bagus. Setelah tahapan demi tahapan, siswa dapat memanen toge dan mengolahnya menjadi makanan seperti tahu isi, lumpia basah, gado-gado dan lain-lain.