YUK, MENGENAL LEBIH DEKAT  P5  DALAM BERBHINNEKA TUNGGAL IKA

YUK, MENGENAL LEBIH DEKAT P5 DALAM BERBHINNEKA TUNGGAL IKA

Oleh

Ryan Dwi Puspita


Sahabat guru SD yang hebat!...Salam ProPePa!...

Tentunya sudah mengenal projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) di SD. Apakah bapak/ibu sudah menerapkan P5 misalnya baru masuk tahun pertama atau tahun kedua, malah ada yang sudah masuk tahun ketiga. Bapak ibu juga tentunya sudah tidak asing lagi dengan tema “Bhinneka Tunggal Ika”. Dalam tema ini peserta didik harus mengenal dan mempromosikan budaya perdamaian dan anti kekerasan, belajar membangun dialog penuh hormat tentang keberagaman serta nilai-nilai ajaran yang dianutnya serta mempelajari perspektif berbagai agama dan kepercayaan, 

Pada implementasinya pihak sekolah memiliki kebebasan untuk mengembangkan komponen dalam modul projek profil, untuk menyesuaikan dengan kondisi sekolah dan kebutuhan peserta didik. Misalnya salah satu sekolah dasar yang memiliki karakteristik budaya yang variatif diantara peserta didik yaitu dalam hal berbeda-beda suku bangsa, maka kegiatannya diantaranya tugas untuk mengeksplorasi kearifan lokal yang ada di daerah tempat mereka tinggal, membuat karya seni yang mengandung unsur kearifan lokal, misalnya lukisan tentang budaya Jawa Barat, mengadakan festival kearifan lokal, seperti pementasan wayang, pameran dolanan, dan permainan tradisional. Contoh judul kegiatan yang dapat diambil diantaranya “Mari mengenal nyanyian nusantara” atau “Mari mengenal tarian nusantara” ataupun “Saling mengenal Bahasa itu indah” dll. 

Projek penguatan profil pelajar Pancasila dengan tema Kebhinekaan ini diharapkan dapat menginspirasi peserta didik untuk berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya. Projek penguatan profil pelajar Pancasila adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di  lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila (Satria, et all., 2022).



Sahabat guru SD yang hebat!...

Projek penguatan profil pelajar pancasila harus dilakukan mengacu pada prinsip-prinsip yaitu (1) Holistik. Dalam konteks perancangan Projek Penguatan profil pelajar Pancasila, kerangka berpikir holistik mendorong kita untuk menelaah sebuah tema secara utuh dan melihat keterhubungan dari berbagai hal untuk memahami sebuah isu secara mendalam yaitu menjadi wadah untuk meleburkan beragam perspektif dan konten pengetahuan secara terpadu. Salah satu contohnya dalam kegiatan mengenal nyanyian nusantara, peserta didik harus dikenalkan dulu bahwa di Indonesia itu ada berbagai suku bangsa dengan adat dan budaya yang berbeda-beda. Peserta didik harus mampu mengidentifikasi terlebih dahulu ragam budaya yang didalamnya termasuk mengenal nyanyian dari nusantara. Lalu klasifikasikan nyanyian nusantara dari daerah mana yang akan dijadikan muatan projek. (2) Kontekstual, berkaitan dengan upaya mendasarkan kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian. Prinsip ini mendorong pendidik dan peserta didik untuk dapat menjadikan lingkungan sekitar dan realitas kehidupan sehari-hari sebagai bahan utama pembelajaran dapat menyentuh dan menjawab persoalan lokal yang terjadi di daerah masing-masing. Dalam hal ini guru harus  mendasarkan projek profil pada pengalaman dan pemecahan masalah nyata yang dihadapi dalam keseharian sebagai bagian dari solusi, diharapkan peserta didik dapat mengalami pembelajaran yang bermakna untuk secara aktif meningkatkan pemahaman dan kemampuannya. Menyambung dari contoh kegiatan “Mari mengenal nyanyian nusantara”, diharuskan peserta didik berlatih langsung dalam menyanyikan beberapa nyanyian nusantara misalnya untuk peserta didik fase A dan fase B (kelas 3) dapat menyanyikan lagu-lagu yang dianggap mudah diantaranya lagu Burung Kakak Tua dari daerah Maluku, Si Patokaan lagu dari daerah Sulawesi Utara, Anak Kambing Saya, lagu daerah Nusa Tenggara Timur, dll. Untuk peserta didik yang berada fase B (kelas 4) dan fase C dapat disarankan untuk mengenal nyanyian nusantara yang cukup sulit diantaranya Bungong Jeumpa, lagu dari daerah Aceh,  Sinanggar Tulo, lagu  dari daerah Sumatera Utara,  Kampuang Nan Jauh Di Mato dari daerah Sumatera Barat, dll. (3) Berpusat pada peserta didik, berkaitan dengan skema pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran yang aktif mengelola proses belajarnya secara mandiri. Idealnya, peserta didik harus diberi kesempatan memilih dan mengusulkan topik projek profil sesuai minatnya. Guru harus mengurangi peran sebagai aktor utama kegiatan belajar mengajar. Guru harus memberikan ruang yang luas untuk proses pengembangan diri peserta didik baik secara terstruktur maupun secara bebas. 

Pada implementasinya, projek penguatan profil pelajar Pancasila memiliki area eksplorasi yang luas dari segi jangkauan materi peserta didik, alokasi waktu, dan penyesuaian dengan tujuan pembelajaran kren tidak berada dalam intrakurikuler. Pada perencanaan dan pelaksanaannya, guru harus merancang kegiatan projek profil secara sistematis dan terstruktur agar pelaksanaan menjadi mudah dan dapat dievaluasi. 

Sahabat guru SD yang hebat!...

Sebelum melakukan projek penguatan profil pelajar pancasila tema Kebhinekaan dengan contoh kegiatan “ Mari mengenal nyanyian nusantara”, guru harus melakukan tahap pengenalan kegiatan. Tahapan pengenalan kegiatan ini  dilakukan yaitu memberikan pemahaman tentang nyanyian nusantara dan mengenalkan peserta didik terhadap beragam nyanyian nusantara dengan cara memutarkan video terkait beragam nyanyian nusantara. Pada tahap ini, siswa ditugaskan untuk menyimak video dan melakukan diskusi dengan guru terkait topik. Peserta didik diberikan kesempatan untuk memilih salah satu nyanyian nusantara yang akan dinyanyikannya. Tahap selanjutnya yaitu tahap kontekstualisasi. Contoh kegiatan yang bisa dilakukan pada tahap ini adalah kunjungan pada lingkung seni atau melakukan latihan-latihan menyanyi salah satu nyanyian nusantara. Setelah tahap kontekstualisasi dilanjutkan pada tahap aksi. Pada tahap aksi ini guru harus merumuskan peran yang dapat dilakukan melalui aksi nyata. Kegiatan yang dapat dilakukan pada tahap aksi ini diantaranya peserta didik unjuk kerja pada sebuah pementasan sederhana untuk menyanyikan lagu-lagu nusantara yang telah dihafalkan. Peserta didik dapat menggunakan kostum yang beragam sesuai dengan asal daerah lagu yang dibawakannya. Tahap selanjutnya adalah tahap evaluasi dan refleksi. Pada tahap ini guru harus merumuskan kompetensi yang sesuai dengan fase peserta didik yang dijadikan sebagai tujuan projek. Dalam perancangan rubrik utama projek, rumusan kompetensi yang sesuai dengan fase peserta didik dimasukkan ke dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan, rumusan fase sebelumnya dimasukkan ke dalam kategori Mulai dan Sedang Berkembang, sementara rumusan fase setelahnya dimasukkan ke dalam kategori sangat berkembang. Pada tahap ini guru harus menilai kemampuan peserta didik baik dari segi proses maupun dari produk. Guru harus melakukan refleksi dari seluruh rangkaian kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Pada tahap refleksi ini guru dan peserta didik harus menggenapi proses dengan berbagi karya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara peserta didik memberikan penilaian dan masukkan terhadap tampilan peserta didik yang lainnya serta diberikan penguatan oleh guru. Langkah selanjutnya adalah tindak lanjut. Pada tahap tindak lanjut ini, guru harus menyusun langkah  strategis. Guru  membuat kesimpulan terhadap hasil umpan balik agar dapat memperbaiki hasil projek berdasarkan kesimpulan yang sudah diambil (Satria, et all., 2022).



DAFTAR PUSTAKA


Satria, R., Adiprima, P., Wulan, K., S., Harjatanaya, T., Y. (2022). Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 

Jl. Terusan Jendral Sudirman, Cimahi 40526, Provinsi Jawa Barat, 40521

Lokasi