YUK, MENGENAL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) TEMA KEARIFAN LOKAL

YUK, MENGENAL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) TEMA KEARIFAN LOKAL

Salam ProPePa (Profil Pelajar Pancasila)!...

Apa itu Profil Pelajar Pancasila? Mengapa Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Diperlukan?...Hal ini yang harus guru pahami sebelum mengimplementasikannya di kelas. Profil Pelajar Pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar, yaitu “Pelajar dengan profil (kompetensi) seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia?”

“Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku
sesuai nilai-nilai Pancasila.”

Pernyataan ini berkaitan dengan dua hal, yaitu kompetensi untuk menjadi warga negara Indonesia yang demokratis dan untuk menjadi manusia unggul dan produktif di Abad ke-21. Dalam hal ini, peserta didik Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkelanjutan serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan (Pusat Asesemen dan Pembelajaran, 2021).

Profil Pelajar Pancasila memiliki enam kompetensi yang dirumuskan sebagai dimensi kunci. Keenamnya saling berkaitan dan menguatkan sehingga upaya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang utuh membutuhkan berkembangnya keenam dimensi tersebut secara bersamaan, tidak parsial. 

Enam dimensi tersebut adalah: (1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. (2) Berkebinekaan global. (3) Bergotong royong. (4) Mandiri. (5) Bernalar kritis. (6) Kreatif.  Dimensi profil pelajar pancasila di atas menunjukkan bahwa peserta didik harus memiliki karakter yang mencerminkan bangsa Indonesia dan warga dunia yang baik. 

Berdasarkan penjelasan di atas maka projek penguatan profil pelajar pancasila dipandang sangat perlu untuk membentuk siswa yang memiliki kemampuan kognitif yang mumpuni dan berkarakter pancasila. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. 

 Hal ini diperkuat oleh kutipan dari Ki Hadjar Dewantara yaitu:
“... perlulah anak anak (Taman Siswa) kita dekatkan hidupnya kepada perikehidupan rakyat, agar supaya mereka tidak hanya memiliki ‘pengetahuan’ saja tentang hidup rakyatnya, akan tetapi juga dapat ‘mengalaminya’ sendiri , dan kemudian tidak hidup berpisahan dengan  rakyatnya.”

Dalam kegiatan projek ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari tema-tema atau isu penting seperti perubahan iklim, antiradikalisme, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi sehingga peserta didik bisa melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya. Projek penguatan ini juga dapat menginspirasi peserta didik untuk memberikan kontribusi dan dampak bagi lingkungan sekitarnya.

Profil pelajar Pancasila merupakan bentuk penerjemahan tujuan pendidikan nasional. Profil pelajar Pancasila berperan sebagai referensi utama yang mengarahkan kebijakan-kebijakan pendidikan termasuk menjadi acuan untuk para pendidik dalam membangun karakter serta kompetensi peserta didik (Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, 2022). Pada implementasinya, projek penguatan profil pelajar pancasila ini harus mengikuti tema-tema yang telah disediakan. Salah satu tema projek penguatan profil pelajar pancasila di SD adalah Kearifan Lokal. Pada tema kearifan lokal bertujuan untuk membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi tentang budaya dan kearifan lokal tentang masyarakat sekitar atau daerah tersebut atau perkembangannya (Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Kemendikbud 2021). 

Peserta didik mempelajari bagaimana dan mengapa masyarakat lokal/ daerah berkembang seperti yang ada, bagaimana perkembangan tersebut dipengaruhi oleh situasi/konteks yang lebih besar (nasional dan internasional), serta memahami apa yang berubah dari waktu ke waktu apa yang tetap sama.  Peserta didik juga mempelajari konsep dan nilai-nilai dibalik kesenian dan tradisi lokal, serta merefleksikan nilai-nilai apa yang dapat diambil dan diterapkan dalam kehidupan mereka.  Peserta didik juga belajar untuk mempromosikan salah satu hal yang menarik tentang budaya dan nilai-nilai luhur yang dipelajarinya.

Pada implementasinya, kegiatan-kegiatan yang dilakukan harus berdasarkan potensi sekolah dan keunggulan daerah sekitar.  Contoh-contoh kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya adalah pembuatan hasta karya daerah setempat, pembuatan makanan tradisional khas daerah setempat, atau mengenal kesenian daerah setempat serta budaya masyarakat setempat, dsb. Adapun contoh judul kegiatan yang dapat diambil adalah : “Mengenal dan Melestarikan Kuliner Khas Ciamis Sebagai Makanan Tradisional Indonesia”, kegiatan yang dapat dilakukan dalam projeknya contohnya adalah membuat makanan tradisional daerah setempat dengan tujuan peserta didik mengetahui makanan khas daerahnya, mengenal bahan-bahan untuk membuatkan, memahami manfaatnya, memiliki kemampuan membuatnya, menyajikannya bahkan sampai memasarkannya. Salah satu contoh kegiatan yang dilakukan oleh SDN 4 Cintaratu dari kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis adalah membuat makanan khas Lakbok yaitu keripik kangkung. 


Dokumentasi pribadi projek penguatan profil pelajar pancasila 
di kelas 4 SDN 4 Cintaratu, 2023

Sebenarnya tema ini dapat dikembangkan pada setiap fasenya sesuai kebutuhan. Adapun contohnya sebagai berikut. 
Fase A: Pekan Permainan Tradisional, membuat kegiatan bersama yang berkaitan dengan mengenalkan dan melakukan berbagai jenis permainan tradisional daerah sendiri atau daerah lain di Indonesia. Fokus: Membiasakan mendengarkan pendapat temannya, baik sama ataupun berbeda dengan pendapat yang dimilikinya. Fase B: Khazanah Dongeng, Legenda Tanah Air, membuat kumpulan cerita menarik dan bermakna dari berbagai daerah di Indonesia. Fokus: Akhlak kepada manusia, mendengarkan dengan baik pendapat temannya, baik itu sama ataupun berbeda dengan pendapat yang dimilikinya mengumpulkan berbagai warisan budaya (intangible heritage), yang membawa pesan-pesan moral yang masih relevan dengan masa sekarang. Fase C: Merancang Jalur Wisata Daerah yang berkaitan dengan peninggalan bersejarah tangible dan intangible. Fokus: Akhlak kepada manusia, mulai mengenal berbagai kemungkinan interpretasi dan cara pandang ketika dihadapkan dengan dilema, memperkenalkan kekayaan budaya lokal beserta kearifannya kepada lingkup masyarakat luas secara kreatif lewat pengalaman indrawi (Pusat Asesmen dan Pembelajaran, 2021).

Selain memilih tema dan kegiatan, dalam projek penguatan profil pelajar pancasila juga diharusnya membuat modul projek. Penyusunan modul projek ini untuk tahun pertama dapat memodifikasi dari contoh yang telah disediakan kemendikbudristek, namun apabila sudah mampu maka dipersilakan untuk membuat sendiri yang disesuaikan dengan potensi dan karakteristik sekolah. 

Projek penguatan profil pelajar pancasila bertujuan  mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menambah ilmu pengetahuan melalui kegiatan belajar mengajar sehingga peserta didik akan mendapatkan pengalaman baru yang akan memunculkan minat dan bakat mereka. Karena dengan projek penguatan profil pelajar pancasila, peserta didik terlibat langsung dalam tahapan-tahapannya yaitu dalam yahap identifikasi masalah, tahap perencaan kegiatan, tahap aksi, evaluasi dan refleksi. Siswa tidak hanya mengembangkan pengetahuan kognitif  tapi mengembangkan karakter juga dan pemecahan masalah. 

Referensi
Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Kemendikbud. (2021).
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. (2021). Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Jenjang Pendidikan Dasar dan Memengah (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.




Jl. Terusan Jendral Sudirman, Cimahi 40526, Provinsi Jawa Barat, 40521

Lokasi